Bank Indonesia Pertahankan BI-Rate: Fokus Jaga Stabilitas Nilai Tukar dan Inflasi Terkendali
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate guna memastikan stabilitas nilai tukar Rupiah tetap terjaga dan inflasi tetap berada di sasaran.
JAKARTA, CATATANNEGERI.COM — Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate sebesar 6,00%. Keputusan ini diambil sejalan dengan arah kebijakan moneter yang fokus pada penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah dan kepastian inflasi terkendali dalam sasaran 2,5±1% pada tahun berjalan.
Pertimbangan Makro dan Ketidakpastian Global
Gubernur Bank Indonesia menyampaikan bahwa dinamika pasar keuangan global masih dibayangi ketidakpastian suku bunga bank sentral negara maju, tensi geopolitik regional, serta fluktuasi harga komoditas energi internasional.
"Kebijakan suku bunga tetap konsisten dengan fokus kebijakan moneter yang pro-stability, yaitu untuk menjaga stabilisasi nilai tukar Rupiah serta langkah pre-emptive dan forward looking untuk memastikan inflasi tetap berada dalam target sasaran pemerintah," demikian penegasan resmi Dewan Gubernur.
Ketahanan Sektor Perbankan Nasional
Likuiditas perbankan nasional dinilai tetap memadai didukung oleh implementasi Kebijakan Insentif Likuiditas Makroprudensial (KLM) yang diarahkan pada sektor-sektor prioritas pencipta lapangan kerja, hilirisasi industri, serta UMKM.
- Rasio Kecukupan Modal (CAR) perbankan tetap tinggi di atas 26%.
- Pertumbuhan kredit perbankan mencatatkan kinerja positif dua digit secara tahunan (year-on-year).
- Rasio kredit bermasalah (NPL) gross tetap terjaga rendah di bawah batas aman 3%.
Dampak Terhadap Dunia Usaha dan Konsumen
Keputusan mempertahankan suku bunga ini memberikan kepastian kalkulasi bagi kalangan dunia usaha dalam merencanakan belanja modal (capex) kuartal mendatang. Sementara itu, tingkat suku bunga simpanan dan kredit diproyeksikan tetap stabil tanpa lonjakan beban cicilan bagi masyarakat.
Redaksi Catatan Negeri akan terus memantau respon pasar modal dan pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang utama mitra dagang sepanjang sesi perdagangan pekan ini.
Data bersumber langsung dari Siaran Pers Resmi Departemen Komunikasi Bank Indonesia No. 26/DG/X/2026.
- Bank Indonesia: https://www.bi.go.id
- Badan Pusat Statistik: https://www.bps.go.id
Jurnalis berpengalaman lebih dari 15 tahun meliput makro ekonomi, kebijakan fiskal, dan geopolitik kawasan Asia Tenggara.
Lihat Semua Tulisan →Berita Terkait di Kanal Ekonomi
Ketahanan Pangan dan Stabilitas Inflasi: Analisis Strategi Penguatan Distribusi Logistik Nasional 2026
Menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah dinamika rantai pasok global melalui penguatan jalur distribusi logistik antarpulau dan modernisasi pergudangan pangan daerah.